Haditsdi atas menjelaskan mereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi dan merekalah generasi pendahulu "as-Salafush-Shalih", yaitu para Sahabat Nabi, Tabi'in, dan Tabi'ut Tabi'in. (Luzumul Jama'ah (hal: 276-277), sedangkan orang-orang yang mengikuti jalan Kedua mereka tidak takut terhadap musuh, baik musuh itu sedikit maupun banyak. Ketiga, mereka tidak jatuh miskin dalam hal yang duniawi, dan mereka demikian percaya pada rezeki Allah SWT.". Berikut adalah kehidupan tasawuf empat sahabat Nabi Muhammad Saw yang dijadikan panutan para sufi: 1. Abu Bakar as-Siddiq. BABII. KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARI'AT ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas B. Hadits-Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dalam Segala Hal Begitu pula halnya dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, banyak kita temui perintah yang mewajibkan untuk mengikuti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam segala perkara, BacaJuga: Perintah untuk Taat dan Mengikuti Sunnah Rasulullah dan sunah para khulafaur rasyidin yang telah mendapatkan petunjuk. Karena hal itu merupakan sunah yang juga direkomendasikan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk diikuti. Seperti baitul maal pada masa Abu Bakar, pembukuan Al Quran pada masa Utsman, pembuatan KhulafaurRasyidin adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu 'anhum. Hukum - hukum yang bersumber dari mereka itu lebih pantas untuk diikuti daripada yang bersumber dari selain mereka, karena keunggulan ilmu mereka tentang Sunnah dan sikap wara' (hati-hati) mereka dalam beragama. 5. Sesungguhnya titik cela pada bid'ah itu aw8NCm9. BERPEGANG TEGUH PADA SUNNAH RASULULLAH DAN KHULAFAUR RASYIDIN PARA SAHABAT ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู†ูŽุฌููŠู’ุญู ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑูŠุฉูŽ ุฑูŽุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุนูŽุธูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ูˆูŽุฌูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจูุŒ ูˆูŽุฐูŽุฑูููŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนููŠููˆู’ู†ูุŒ ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ู…ููˆูŽุฏู‘ูุนูุŒ ููŽุฃูŽูˆู’ุตูู†ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูŽุจู’ุฏูŒุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูุงู‹ ูƒู‹ุซููŠู’ุฑุงู‹. ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุถู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐูุŒ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ [ุฑูŽูˆูŽุงู‡ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆู‚ุงู„ ุญุฏูŠุซ ุญุณู† ุตุญูŠุญ] Abu Najih, Al Irbad bin Sariyah ra. ia berkata โ€œRasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuranโ€. kami bertanya ,โ€Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal, maka berilah kami wasiatโ€ Rasulullah bersabda, โ€œSaya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan taโ€™at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya budak. Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus mendapat petunjuk dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru dalam perkara agama karena sesungguhnya semua bidโ€™ah itu sesat.โ€ HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih [Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676] Penjelasan Pada sebagian sanad diriwayatkan dengan kalimat โ€œSesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal. Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami ?โ€ Beliau bersabda, โ€œAku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasaโ€ Perkataan, โ€œnasihat yang mengenaโ€ maksudnya adalah mengena kepada diri kita dan membekas dihati kita. Perkataan, โ€œyang menggetarkan hati kitaโ€ maksudnya menjadikan orang takut. Perkataan,โ€yang mencucurkan air mataโ€ maksudnya seolah-olah nasihat itu bertindak sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengancam. Sabda Rasulullah, โ€œAku memberi wasiat kepadamu supaya tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan mentaatiโ€ maksudnya kepada para pemegang kekuasaan. Sabda Beliau, โ€œWalaupun yang memerintah kamu seorang budakโ€, pada sebagian riwayat disebutkan budak habsyi. Sebagian Ulama berkata, โ€œSeorang budak tidak dapat menjadi penguasaโ€ kalimat tersebut sekedar perumpamaan, sekalipun hal itu tidak menjadi kenyataan, seperti halnya sabda Rasulullah, โ€œBarangsiapa membangun masjid sekalipun seperti sangkar burung karena Allah, niscaya Allah akan membangukan untuknya sebuah rumah di surgaโ€. Sudah tentu sangkar burung tidak dapat menjadi masjid, tetapi kalimat perumpaan seperti itu biasa dipakai. Mungkin sekali Rasulullah memberitahukan bahwa akan terjadinya kerusakan sehingga sesuatu urusan dipegang orang yang bukan ahlinya, yang akibatnya seorang budak bisa menjadi penguasa. Jika hal itu terjadi, maka dengarlah dan taatilah untuk menghindari mudharat yang lebih besar serta bersabar menerima kekuasaan dari orang yang tidak dibenarkan memegang kekuasaan, supaya tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar. Kewajiban kepada penguasa di sini adalah selama bukan dalam kemaksiatan. Yaitu dalam hal-hal yang mubah. Karena kalau imam memerintahkan sesuatu yang wajib maka hakikatnya adalah mendengar dan taat kepada Alloh. Dengan demikian perintah imam terbagi dalam tiga bentuk yaitu Perintah tersebut merupakan kewajiban syarโ€™i, maka ketaatan di sini merupakan ketaatan kepada Alloh. Perintah tersebut sesuatu yang mubah maka wajib ditaati karena ini merupakan haknya. Perintah tersebut merupakan kemaksiatan maka tidak boleh ditaati. Sabda Rasulullah, โ€œSungguh, orang yang masih hidup diantaramu nanti akan melihat banyak perselisihanโ€ ini termasuk salah satu mukjizat beliau yang mengabarkan kepada para Sahabatnya akan terjadinya perselisihan dan meluasnya kemungkaran sepeninggal beliau. Beliau telah mengetahui hal itu secara rinci , tetapi beliau tidak menceritakan hal itu secara rinci kepada setiap orang, namun hanya menjelaskan secara global. Dalam beberapa hadits ahad disebtukan beliau menerangkan hal semacam itu kepada Hudzaifah dan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa kedua orang itu memiliki posisi dan tempat yang penting disisi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam . Sabda Beliau, โ€œMaka wajib atas kamu memegang teguh sunnahkuโ€ sunnah ialah jalan lurus yang berjalan pada aturan-aturan tertentu, yaitu jalan yang jelas. Sabda Beliau, โ€œdan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjukโ€ maksudnya mereka yang senantiasa diberi petunjuk. Mereka itu ada 4 orang, sebagaimana ijmaโ€™ para ulama, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra. Rasululloh menyuruh kita teguh mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin karena dua perkara Pertama, bagi yang tidak mampu berpikir cukup dengan mengikuti mereka. Kedua, menjadikan pendapat mereka menjadi pilihan utama bila terjadi perselisihan pendapat diantara para shahabat. Sabdanya โ€œJauhilah olehmu perkara-perkara yang baruโ€œ. Ketahuilah bahwa perkara yang baru itu ada dua macam. Pertama, perkara baru yang tidak punya dasar syariโ€™at, hal semacam ini bathil lagi tercela. Kedua, perkara baru yang dilakukan dengan membandingkan dua pendapat yang setara, perkara baru semacam ini tidak tercela. Kata-kata โ€œperkara baru atau bidโ€™ahโ€ arti asalnya bukanlah perbuatan yang tercela. Akan tetapi, bila pengertiannya ialah menyalahi Sunnah dan menuju kepada kesesatan, maka dengan pengertian semacam itu menjadi tercela, sekalipun secara harfiah makna kata tersebut sama sekali tidak tercela, karena Allah pun di dalam firman-Nya menyatakan โ€œTidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qurโ€™an pun yang baru dari Tuhan merekaโ€ QS. Al Anbiyaaโ€™ 2 Wallaahu aโ€™lam. Pelajaran Bekas yang dalam dari nasehat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para daโ€™i di jalan Allah taโ€™ala. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan taโ€™at kepada pemerintah selama tidak terdapat didalamnya maksiat. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena didalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena didalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama bidโ€™ah yang tidak memiliki landasan dalam agama. ุณู†ู† ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูขูค ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽ ุจู’ู†ู ุจูŽุดููŠู’ุฑู ุจู’ู†ู ุฐูŽูƒู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู…ูŽุดู’ู‚ููŠู‘ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽู„ูŽุงุกู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠู’ ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ู…ูุทูŽุงุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽุงู…ูŽ ูููŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ููŽูˆูŽุนูŽุธูŽู†ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ุจูŽู„ููŠู’ุบูŽุฉู‹ ูˆูŽุฌูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจู ูˆูŽ ุฐูŽุฑูŽููŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนููŠููˆู’ู†ู ููŽู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุนูŽุธู’ุชูŽู†ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉูŽ ู…ููˆูŽุฏู‘ูุนู ููŽุงุนู’ู‡ูŽุฏู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุนูŽู‡ู’ุฏู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนู ูˆูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽ ุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‘ู‹ุง ูˆูŽ ุณูŽุชูŽุฑูŽูˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏููŠู’ ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู‹ุง ุดูŽุฏููŠู’ุฏู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ู‘ูŽุชููŠู’ ูˆูŽ ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุถู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽ ุงู„ู’ุฃูู…ููˆู’ุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒ. Sunan Ibnu Mฤjah 42 Telah menceritakan kepada kami Abdullฤh bin Aแธฅmad bin Basyฤซr bin Dzakwฤn ad-Dimasyqฤซ berkata Telah menceritakan kepada kami al-Walฤซd bin Muslim berkata Telah menceritakan kepada kami Abdullฤh bin al-Alฤโ€™ berkata Telah menceritakan kepadaku Yaแธฅyฤ bin Abil-Muthฤ ia berkata Aku mendengar Irbฤdh bin Sฤriyah berkata โ€œPada suatu hari Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami. Beliau memberi nasihat yang sangat menyentuh, membuat hati menjadi gemetar, dan airmata berlinangan. Lalu dikatakan โ€œWahai Rasลซlullฤh, engkau telah memberikan nasihat kepada kami satu nasihat perpisahan, maka berilah kami satu wasiat.โ€ Beliau bersabda โ€œHendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bidโ€™ah itu adalah sesat.โ€œDerajat Syaikh al-Albani SAD 3991; MA 16521, 16522; SD ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูฃูค ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู’ู„ู ุจู’ู†ู ุจูุดู’ุฑู ุจู’ู†ู ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑู ูˆูŽ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ู ุจู’ู†ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽูˆู‘ูŽุงู‚ู ู‚ูŽุงู„ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู ุจู’ู†ู ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงูˆููŠูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุตูŽุงู„ูุญู ุนูŽู†ู’ ุถูŽู…ู’ุฑูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุญูŽุจููŠู’ุจู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุงู„ุณู‘ูู„ูŽู…ููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถูŽ ุจู’ู†ูŽ ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ูˆูŽุนูŽุธูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ุฐูŽุฑูŽููŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุนููŠููˆู’ู†ู ูˆูŽ ูˆูŽุฌูู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจู ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ุฐูู‡ู ู„ูŽู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ู…ููˆูŽุฏู‘ูุนู ููŽู…ูŽุงุฐูŽุง ุชูŽุนู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกู ู„ูŽูŠู’ู„ูู‡ูŽุง ูƒูŽู†ูŽู‡ูŽุงุฑูู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฒููŠู’ุบู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏููŠู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ูŽุงู„ููƒูŒ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู‹ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุนูŽุฑูŽูู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุณูู†ู‘ูŽุชููŠู’ ูˆูŽ ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุถู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุทู‘ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽ ุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‘ู‹ุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูƒูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ููู ุญูŽูŠู’ุซูู…ูŽุง ู‚ููŠู’ุฏูŽ ุงู†ู’ู‚ูŽุงุฏูŽ. ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุญูŽูƒููŠู’ู…ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุจู’ู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุจู‘ูŽุงุญู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู…ูŽุนููŠู‘ู. ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุซูŽูˆู’ุฑู ุจู’ู†ู ูŠูŽุฒููŠู’ุฏูŽ ุนูŽู†ู’ ุฎูŽุงู„ูุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฏูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูุฑู’ุจูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุณูŽุงุฑููŠูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุจูู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจููˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ููŽูˆูŽุนูŽุธูŽู†ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู‹ ุจูŽู„ููŠู’ุบูŽุฉู‹ ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ Ibnu Mฤjah 43 Telah menceritakan kepada kami Ismฤฤซl bin Bisyr bin Manshลซr dan Isแธฅฤq bin Ibrฤhฤซm as-Sawwฤq keduanya berkata Telah menceritakan kepada kami Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Mahdฤซ, dari Muฤwiyah bin Shฤliแธฅ, dari Dhamrah bin แธคabฤซb, dari Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Amru as-Sulamฤซ bahwasanya ia mendengar Irbฤdh bin Sฤriyah berkata Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam memberi kami satu nasihat yang membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka kami berkata kepada beliau โ€œYa Rasลซlullฤh, sesungguhnya ini merupakan nasihat perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami?โ€ Rasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam bersabda โ€œAku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa. Barang siapa di antara kalian hidup, maka ia akan melihat banyaknya perselisihan. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku, dan sunnah para Khulafฤโ€™-ur-Rฤsyidฤซn yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Hendaklah kalian taat meski kepada seorang budak แธคabasyi. Orang mukmin itu seperti seekor unta jinak, di mana saja dia diikat dia akan menurutinya.โ€œ Telah menceritakan kepada kami Yaแธฅyฤ bin แธคakฤซm berkata Telah menceritakan kepada kami Abd-ul-Mฤlik bin ash-Shabbฤแธฅ al-Mismaฤซ berkata Telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazฤซd, dari Khฤlid bin Madฤn, dari Abd-ur-Raแธฅmฤn bin Amru, dari Irbฤdh bin Sฤriyah ia berkata โ€œRasลซlullฤh shallallฤhu alaihi wa sallam mengimami kami pada shalat Shubuh, kemudian Beliau berpaling kepada kami dan memberi nasihat yang sangat menyentuh.โ€ Lalu ia menyebutkan sebagaimana dalam hadits di Syaikh al-Albani MA pada 20 Agustus Dari 457 372Kali. Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al-Hajuriy hafidzahullah Soal hadits โ€œWajib atas kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang terbimbingโ€. Apakah arti โ€œSunnah Khulafaur Rasyidinโ€ apabila mereka mengikuti sunnah nabi Shallallahuโ€™alaihi wa aalihi Wasallam? Jawaban Arti hadits adalah bahwa diharuskan mengambil sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, dan ini kewajiban bagi setiap muslim, dalam hal tersebut para Khulafaur Rasyidin, dan tidak diperbolehkan bagi seorangpun untuk meninggalkan sunnah Rasul-Nya.. Dan inilah arti sabdanya โ€œWajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahkuโ€ yaitu sesuai dengan jalannya Khulafaur Rasyidin. Dan Hadits sebagai dalil akan wajibnya mengikuti sunnah Rasul-Nya Shallallahuโ€™alaihi wa alaa aalihi wasallam sebagaimana pemahaman salaf yang Khulafaur Rasyidin adalah pemimpin mereka. Dan sunnah dalam bahasa artinya jalan. Seorang penyair berkata ู…ู† ู…ุนุดุฑ ุณู†ุช ู„ู‡ู… ุขุจุงุคู‡ู… ูˆู„ูƒู„ ู‚ูˆู… ุณู†ุฉ ูˆุฅู…ุงู…ู‡ุง โ€œDari sekelompok orang yang telah di beri contoh oleh bapak-bapak mereka , dan setiap kaum mempunyai kebiasaan dan juga yang memimpinnyaโ€. Maka maksudnya adalah memahami Qurโ€™an dan Sunnah sebagaimana pemahaman mereka. Dahulu mereka jika berselisih, mereka kembali kepada dalil-dalil sebagai yang Allah azza wa jalla perintahkan. Allah berfirman ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุดูˆุฑู‰ 10 โ€œDan apa yang kalian perselisihkan maka keputusannya kepada Allah.โ€ QS Asy-Syura 10 Dan taโ€™ala berfirman ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ๏ดฟููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ุงู„ู†ุณุงุก59 โ€œDan jika kalian berpeda pendapat dalam suatu perkara, maka kembalikan lah kepada allah dan rasul, jika kalian beriman dengan allah dan hari akhirโ€. QS An-nisa 59; Dan Allah azza wa jalla berfirman ูˆู‚ุงู„ ุนุฒ ูˆุฌู„ ๏ดฟูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’๏ดพ [ุงู„ุฃุญุฒุงุจ36]ุŒ โ€œDan tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan mukminah jika ada keputusan Allah dan Rasul-Nya, justru mempunyai pilihan keputusan mereka dari sendiriโ€. QS Al-Ahzab 36 Maka tidak diperbolehkan bagi seseorang agama Allah untuk dia memilih dan meninggalkan semau dia. Allah berfirman ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ๏ดฟููŽู„ุง ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูŽูƒู‘ูู…ููˆูƒูŽ ูููŠู…ูŽุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ุง ูŠูŽุฌูุฏููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง๏ดพ ุงู„ู†ุณุงุก65 โ€œMaka tidak demi Rabb-mu, tidaklah mereka beriman sampai mereka menjadikanmu sebagai penengah dalam perselisihan mereka, kemudian mereka tidak mendapati keganjalan dalam diri mereka terhadap keputusan mu dan benar benar menerima.โ€ QS Annisa 65 ูุงู„ุณู†ุฉ ุฏูŠู† ูˆุงู„ุญุฌุฉ ู‡ูˆ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ูˆู„ูŠุณ ู„ุฃุญุฏ ุณู†ุฉ ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุฅู„ุง ู„ูƒุงู† ุดุฑุนู‹ุง ุขุฎุฑุŒ โ€œMaka sunnah adalah agama dan hujjah adalah kitabullah dan sunnah rasul-Nyaโ€ Dan tidak ada seorangpun yang mempunyai hak membuat sunnah yang setara dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam, dan jika ada yang membuatnya , maka itulah ajaran lain. Allah berfirman ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠู‚ูˆู„ ๏ดฟุฃูŽู…ู’ ู„ูŽู‡ู…ู’ ุดูุฑูŽูƒูŽุงุกู ุดูŽุฑูŽุนููˆุง ู„ูŽู‡ู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุฐูŽู†ู’ ุจูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุตู’ู„ู ู„ูŽู‚ูุถููŠูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ๏ดพ ุงู„ุดูˆุฑู‰21 โ€œApakah mereka mempunyai sekutu yang mensyariatkan untuk mereka dalam agama, yang tidak pernah allah idzin kan, Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang yang zalim bagi mereka azab yang amat pedih.โ€ QS Asy-Syura 21 โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”- 1 ุฃุณุฆู„ุฉ ุนุจุฑ ุงู„ู‡ุงุชู ู…ู† ุงู„ุฅู…ุงุฑุงุชุŒ ุจุชุงุฑูŠุฎ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ 25 ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ 1422ู‡โ€.. ุฏู…ุงุฌ โ€“ ุฏุงุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ. Soal via telepon dari pemerintah, pada malam Jumโ€™at tanggal 25 Dzulhijjah 1422H. Dammaj Darul Hadits. Sumber Saluran Telegram Fawaid Manhaj min aqwali Annashihul amin Yahya bin Ali Al-hajuriy hafidzahullah. Alih bahasa dan editor Team Ashhabulhadits ุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† โ–ซ๏ธ ุงู„ุณุคุงู„ ุญุฏูŠุซ ุนู„ูŠูƒู… ุจุณู†ุชูŠ ูˆุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† ุงู„ู…ู‡ุฏูŠูŠู†ยป.. ู…ุง ู…ุนู†ู‰ ุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† ุฅุฐุง ูƒุงู†ูˆุง ู‡ู… ูŠุชุจุนูˆู† ุณู†ุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…ุŸ โ–ซ๏ธ ุงู„ุฅุฌุงุจุฉ ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู†ู‡ ูŠู„ุฒู… ุงู„ุฃุฎุฐ ุจุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆู‡ุฐุง ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุจู…ุง ููŠ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูˆู†ุŒ ู„ูŠุณ ู„ุฃุญุฏ ุชุฑูƒ ุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ู‡ .. ูู‡ุฐุง ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠูƒู… ุจุณู†ุชูŠยปุŒ ุฃูŠ ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู†ุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆุจ ุงุชุจุงุน ุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ูู‡ู… ุงู„ุณู„ู ุงู„ุฐูŠู† ุฐุฑูˆุชู‡ู… ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูˆู†. โ–ซ๏ธ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ููŠ ุงู„ู„ุบุฉ ุงู„ุทุฑูŠู‚ุฉุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงุนุฑ ู…ู† ู…ุนุดุฑ ุณู†ุช ู„ู‡ู… ุขุจุงุคู‡ู…==ูˆู„ูƒู„ ู‚ูˆู… ุณู†ุฉ ูˆุฅู…ุงู…ู‡ุง ูุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ ูู‡ู… ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ุนู„ู‰ ูู‡ู…ู‡ู…. ูƒุงู†ูˆุง ุฅุฐุง ุงุฎุชู„ููˆุง ูŠุนูˆุฏูˆู† ูƒู…ุง ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุฏู„ุฉุŒ ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ๏ดฟูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู๏ดพ; [ุงู„ุดูˆุฑู‰10]. ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ๏ดฟููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู๏ดพ; [ุงู„ู†ุณุงุก59]. ูˆู‚ุงู„ ุนุฒ ูˆุฌู„ ๏ดฟูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’๏ดพ; [ุงู„ุฃุญุฒุงุจ36]ุŒ โ–ซ๏ธ ูู„ูŠุณ ู„ุฃุญุฏ ุฃุจุฏู‹ุง ุฃู† ูŠุฎุชุงุฑ ู…ุง ุดุงุก ู…ู† ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ูˆูŠุชุฑูƒ ู…ุง ุดุงุกุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ๏ดฟููŽู„ุง ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูŽูƒู‘ูู…ููˆูƒูŽ ูููŠู…ูŽุง ุดูŽุฌูŽุฑูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ุง ูŠูŽุฌูุฏููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุฌู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง๏ดพ; [ุงู„ู†ุณุงุก65]. โ–ซ๏ธูุงู„ุณู†ุฉ ุฏูŠู† ูˆุงู„ุญุฌุฉ ู‡ูˆ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ูˆู„ูŠุณ ู„ุฃุญุฏ ุณู†ุฉ ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุฅู„ุง ู„ูƒุงู† ุดุฑุนู‹ุง ุขุฎุฑุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠู‚ูˆู„ ๏ดฟุฃูŽู…ู’ ู„ูŽู‡ู…ู’ ุดูุฑูŽูƒูŽุงุกู ุดูŽุฑูŽุนููˆุง ู„ูŽู‡ู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุฐูŽู†ู’ ุจูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู„ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุตู’ู„ู ู„ูŽู‚ูุถููŠูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ๏ดพ; [ุงู„ุดูˆุฑู‰21]. โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”- 1 ุฃุณุฆู„ุฉ ุนุจุฑ ุงู„ู‡ุงุชู ู…ู† ุงู„ุฅู…ุงุฑุงุชุŒ ุจุชุงุฑูŠุฎ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ 25 ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ 1422ู‡โ€.. ุฏู…ุงุฌ โ€“ ุฏุงุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ. ููˆุงุฆุฏ ู…ู†ู‡ุฌูŠุฉ ู…ู† ุฃู‚ูˆุงู„ ุงู„ู†ุงุตุญ ุงู„ุงู…ูŠู† ู…ุนู†ู‰ ุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† Published by Jasmine Umar โ€œTidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembaliโ€ Huud 88 Abu Jasmine bin Umar bin Ali Nurdin Al-Palembangy Al-Andalasiyุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ View all posts by Jasmine Umar [ุฑูŽูˆูŽุงู‡ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆู‚ุงู„ ุญุฏูŠุซ ุญุณู† ุตุญูŠุญ] Abu Najih, Al Irbad bin Sariyah ra. ia berkata โ€œRasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuranโ€. Kami bertanya ,โ€Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal, maka berilah kami wasiatโ€ Rasulullah bersabda, โ€œSaya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan taโ€™at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya budak. Sesungguhnya siapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus mendapat petunjuk dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bidโ€™ah itu sesat.โ€ [HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih] Mutiara Hadits Bekas yang mendalam dari nasehat Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dalam jiwa para shahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi kita semua Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan taโ€™at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama bidโ€™ah yang tidak memiliki landasan dalam agama Penjelasan Pada sebagian sanad diriwayatkan dengan kalimat โ€œSesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya meninggal. Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami?โ€ Beliau bersabda, โ€œAku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasaโ€ Perkataan, โ€œnasehat yang menggetarkan hatiโ€ maksudnya adalah mengena kepada diri kita, membekas dihati kita dan menjadikan orang takut. Sabda Rasulullah, โ€œAku memberi wasiat kepadamu supaya tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan mentaatiโ€ maksudnya kepada para pemegang kekuasaan. Sabda Beliau, โ€œwalaupun yang memerintah kamu seorang budakโ€, pada sebagian riwayat disebutkan budak habsyi. Sebagian Ulama berkata, โ€œSeorang budak tidak dapat menjadi penguasaโ€ kalimat tersebut sekedar perumpamaan, sekalipun hal itu tidak menjadi kenyataan, seperti halnya sabda Rasulullah, โ€œSiapa membangun masjid sekalipun seperti sangkar burung karena Allah, niscaya Allah akan membangukan untuknya sebuah rumah di surgaโ€. Sudah tentu sangkar burung tidak dapat menjadi masjid, tetapi kalimat perumpaan seperti itu biasa dipakai. Mungkin sekali Rasulullah memberitahukan bahwa akan terjadinya kerusakan sehingga sesuatu urusan dipegang orang yang bukan ahlinya, yang akibatnya seorang budak bisa menjadi penguasa. Jika hal itu terjadi, maka dengarlah dan taatilah untuk menghindari mudharat yang lebih besar serta bersabar menerima kekuasaan dari orang yang tidak dibenarkan memegang kekuasaan, supaya tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar. Sabda Rasulullah, โ€œSungguh, orang yang masih hidup diantaramu nanti akan melihat banyak perselisihanโ€ ini termasuk salah satu mukjizat beliau yang mengabarkan kepada para sahabatnya akan terjadinya perselisihan dan meluasnya kemungkaran sepeninggal beliau. Beliau telah mengetahui hal itu secara rinci, tetapi beliau tidak menceritakan hal itu secara rinci kepada setiap orang, namun hanya menjelaskan secara global. Dalam beberapa hadits ahad disebutkan beliau menerangkan hal semacam itu kepada Hudzaifah dan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa kedua orang itu memiliki posisi dan tempat yang penting disisi Rasulullah. Sabda Beliau, โ€œMaka wajib atas kamu memegang teguh sunnahkuโ€ sunnah ialah jalan lurus yang berjalan pada aturan-aturan tertentu, yaitu jalan yang jelas. Sunnah Rasulullah adalah pedoman hidup yang beliau contohkan selama beliau hidup. Sabda Beliau, โ€œdan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjukโ€ maksudnya mereka yang senantiasa diberi petunjuk. Mereka itu ada 4 orang, sebagaimana ijmaโ€™ para ulama, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra. Rasulullah menyuruh kita teguh mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin karena dua perkara Pertama, bagi yang tidak mampu berpikir cukup dengan mengikuti mereka. Kedua, menjadikan pendapat mereka menjadi pilihan utama bila terjadi perselisihan pendapat diantara para shahabat. Sabdanya โ€œJauhilah olehmu perkara-perkara yang baruโ€œ. Ketahuilah bahwa perkara yang baru itu ada dua macam Pertama, perkara baru yang tidak punya dasar syariโ€™at, hal semacam ini bathil lagi tercela. Inilah yang disebut bidโ€™ah. Kedua, perkara baru yang dilakukan dengan membandingkan dua pendapat yang setara, perkara baru semacam ini tidak tercela. Kata-kata โ€œperkara baru atau bidโ€™ahโ€ arti asalnya bukanlah perbuatan yang tercela. Akan tetapi, bila pengertiannya ialah menyalahi Sunnah dan menuju kepada kesesatan, maka dengan pengertian semacam itu menjadi tercela, sekalipun secara harfiah makna kata tersebut sama sekali tidak tercela, karena Allah pun di dalam firman-Nya menyatakan โ€œTidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qurโ€™an pun yang baru dari Tuhan merekaโ€ QS. Al Anbiyaaโ€™ 2 Juga perkatan Umar radhiallahu anhu โ€œBidโ€™ah yang sebaik-baiknya adalah iniโ€, yaitu shalat tarawih berjamaโ€™ah. Wallaahu aโ€™lam.

mengikuti sunnah para sahabat dan khulafaur rasyidin merupakan perintah