Bentuklain dari anemometer adalah bentuk kincir angina tau baling-baling. Berbentuk panjang vertikal. Dalam kasus di mana arah pergerakkan angin selalu sama, seperti dalam poros ventilasi tambang dan bangunan misalnya, baling-baling angin, yang dikenal sebagai meter air dapat memberikan hasil yang paling memuaskan. Cup Anemometers
Beberapajenis perangkat pendeteksi gerakan yang bisa menjadi pilihan antara lain: Honeywell Ademco AURORA PIR Motion Sensor, DT7235T DUAL TEC Motion Sensor, Leviton ODC0S-I1W Self-Contained Ceiling-Mount Occupancy Sensor, Skylink PS-434A Motion Sensor, RAB Lighting STL200W Stealth Sensor. Beberapa contoh perangkat pendeteksi gerakan.
SensorAktif adalah sebuah sensor yang dimnaa membutuhkan sebuah sumber daya eksternal untuk pengoprasiannya, siat fisik dari Sensor Aktif ini bervariasi. Sehubung dengan efek eksternal yang diberikannya, Sensor Aktif ini disebut juga degan nama sensor pembangkit Otomatis ( Self Generating Sensors ). Sensor Analog dan Sensor Digital
BoyolaliLain-lain. Cartridge filter 10" polos ⭕ Cartridge filter 10 polos Tersedia 1micron,3micron,5micron,10micron,20micron. Fungsi untuk menyaring kotoran pada air yang keruh. Nomor telepon 08237082715 Boyolali, Central Java. Alat Pel Lantai Bolde Super Mop M-169X (Ori) - Denpasar Kota. East Kotawaringin Lain-lain
Kelebihandan Kekurangan Accelerometer. Terdapat dua kelebihan yang dimiliki alat ukur percepatan ini. Pertama, harganya yang terjangkau membuatnya banyak dipakai di berbagai sektor. Selain karena harganya yang lebih murah, hasil pengukurannya juga dinilai akurat ketika sistem sedang dalam keadaan statis.
FWFr. Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik disebut dalam jenisnya dibagi menjadi beberapa jenis. berikut adalah jenis jenis sensor 1. Sensor cahaya Sensor cahaya terdiri dari 3 kategori. Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. Demikian pula dengan Fotokonduktif fotoresistif yang akan memberikan perubahan tahanan resistansi pada selselnya, semakin tinggi intensitas cahaya yang terima, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya. Sedangkan Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar inframerah atau laser ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima. 2. Sensor Tekanan Sensor tekanan - sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar transduser yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya. 3. Sensor Magnet Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi on/off yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap. 4. Sensor Suhu Terdapat 4 jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple T/C- lihat gambar resistance temperature detector RTD, termistor dan IC pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai Temperature Detector RTD memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear. 5. Sensor Suara Sensor suara adalah sebuah alat yang mampu mengubah gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi listrik Alternating Sinusioda Electric Current. Sensor suara berkerja berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yang dihasilkannya. 6. Sensor Inframerah Sistem sensor infra merah pada dasarnya menggunakan infra merah sebagai media untuk komunikasi data antara receiver dan transmitter. Sistem akan bekerja jika sinar infra merah yang dipancarkan terhalang oleh suatu benda yang mengakibatkan sinar infra merah tersebut tidak dapat terdeteksi oleh penerima. Keuntungan atau manfaat dari sistem ini dalam penerapannya antara lain sebagai pengendali jarak jauh, alarm keamanan, otomatisasi pada sistem. Pemancar pada sistem ini tediri atas sebuah LED infra merah yang dilengkapi dengan rangkaian yang mampu membangkitkan data untuk dikirimkan melalui sinar infra merah, sedangkan pada bagian penerima biasanya terdapat foto transistor, fotodioda, atau inframerah modul yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar. sensor inframerah sudah banyak diterapkan pada alat alat canggih dan sudah banyak sekali manfaatnya untuk memudahkan pekerjaan manusia. salah satu contoh alat yang mengguanakan sensor inframerah adalah infrared thermometer. sebalm kta mengetahui fungsinya. mari kita bahas terlebih dahulu pengertiannya Infrared Thermometer Infrared Thermometer disebut juga Thermometer laser adalah sebuah alat ukur suhu yang dapat mengukur temperatur\ atau suhu tanpa bersentuhan dengan obyek yang akan diukur suhunya. Infrared Thermometer mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam biasanya inframerah yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi inframerah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan. Desain utama dari Infrared Thermometer yakni lensa pemfokus energi inframerah pada detektor, yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan demikian, Infrared Thermometer berguna mengukur suhu pada keadaan dimana thermocouple atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan. Infrared Thermometer ini cara penggunaannya hanya diarahkan ke media atau benda yang akan diukur suhunya, maka alat ini akan membaca suhu media tersebut. Alat ini biasanya dan sangat berguna dalam pengukuran dapur tinggi/furnace dalam industri peleburan atau suhu permukaan yang tidak memungkinkan untuk di sentuh, dan juga dalam pemakaian umum lainnya, seperti Mengukur suhu benda yang bergerak, contoh Conveyor, Mesin, dll. Mengukur suhu benda berbahaya, seperti tegangan tinggi, jarak yang tinggi dan sulit dijangkau, dll. Suhu yang terlalu tinggi dan sulit untuk didekati ataupun disentuh, misalnya Furnace, thermocouple, dll. Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh. Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran hotspot. Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi. Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian listrik. Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran. Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll. Selain itu,Infrared Thermometer juga banyak memiliki keunggulan. Dan keunggulan – keunggulan thermometer ini dijelaskan melalui beberapa point utama, yakni Mudah dibawa Karena Infrared Thermometer padat, ringan dan mudah untuk dimasukkan ke dalam sarung ketika tidak digunakan, inspeksi harian inspeksi pabrik dan pekerjaan dapat dilaksanakan Pengukuran Akurasi Akurasi Infrared Thermometer biasanya kurang dari 1 derajat. Kinerja ini terutama penting untuk melakukan pemeliharaan preventif, seperti kondisi produksi yang buruk serta merusak peralatan atau downtime pemantauan akan menghasilkan acara khusus. Dengan Infrared Thermometer, Anda dapat dengan cepat mendeteksi perubahan kecil pada suhu operasi, waktu perkecambahan mereka dapat untuk memecahkan masalah, mengurangi biaya yang disebabkan oleh kegagalan peralatan dan jangkauan pemeliharaan. Penggunaan Keselamatan Keamanan adalah dengan menggunakan termometer infra merah adalah salah satu manfaat yang paling penting. Infrared Thermometer dengan penampakan laser, mudah untuk mengidentifikasi daerah sasaran, dapat dengan aman membaca atau tidak bisa mencapai sulit untuk mengakses objek target dan memungkinkan instrumen untuk membaca suhu suhu target dalam jangkauan, sehingga secara efektif menghindari pengukuran staf pekerjaan risiko. Real-waktu Pengukuran Infrared Thermometer dapat dengan cepat memberikan pengukuran suhu dengan membaca thermocouple pada titik sambungan dari kebocoran dalam waktu, dengan Infrared Thermometer dapat membaca hampir semua titik sambungan suhu tersebut.
Jenis-Jenis Sensor Apa kabar kawan-kawan ku semua? Semoga kalian sehat dan baik-baik saja disana. Ngomong-ngomong, saya akan berbagi sedikit ilmu nih. Mengenai macam-macam sensor, beserta cara kerja dan impementasinya. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi kawan-kawan ku semua., Selamat Membaca.....!!! SENSOR Sensor merupakan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi sesuatu seperti suhu, kecepatan, jarak dll dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude besaran sesuatu. Sensor adalah jenis transduser mengubah daya menjadi daya yang lain seperti mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung lidah dan menjadi otak mikroprosesor dari sistem otomatisasi industri. Jadi sensor sangatlah penting dalam pembuatan alat-alat otomasi misalnya seperti dalam bidang industri, dan lain-lain. Berikut ini merupakan macam-macam Sensor beserta Fungsi dan Implementasinya 1. Sensor cahaya Sensor Cahaya Sensor cahaya, seperti namanya sensor ini digunakan terhadap objek-objek yang memiliki bentuk warna atau cahaya, yang diubah menjadi daya yang berbeda-beda. Sensor cahaya terdiri dari 3 macam kategori Fotovoltaic, prosedur kerja dari sensor ini yaitu, mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. Fotokonduktif fotoresistif , sensor ini memberikan perubahan tahanan resistansi pada sel-selnya. prinsip kerjanya, semakin tinggi intensitas cahaya yang terima sensor, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya. Fotolistrik, sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar inframerah atau laser ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima. Berikut ini merupakan beberepa contoh dari sensor cahaya a. LDR Light Dependent Resistor Sensor ini berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik. Prinsip kerja dari LDR Light Dependent Resistor yaitu, semakin tinggi intensitas cahaya yang mengenai permukaan LDR Light Dependent Resistor maka hambatan listrik yang dihasilkan semakin besar, dan sebaliknya. Sensor ini dapat diimplementasikan dalam pembuatan lampu otomatis. Lampu yang secara otomatis hidup dimalam hari, dan mati disiang hari. Lampu hidup dikarenakan intensitas cahaya yang terbaca oleh sensor sangatlah minim, dan sebaliknya. Gambar LDR Fotodiode ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas dioda. Fotodiode sejenis dengan dioda pada umummya, perbedaannya pada fotodiode ini adalah dipasangnya sebuah lensa pemfokus sinar untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”. Gambar Fotodiode Prinsip kerja Energi pancaran cahaya yang jatuh pada pertemuan “pn” menyebabkan sebuah elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Elektron berpindah ke luar dari valensi band meninggalkan hole sehingga membangkitkan pasangan elektron bebas dan hole. Contoh produk yang menggunakan sensor Fotodiode, mungkin kawan_kawan sudah tahu tentang robot yang satu ini, Line Follower atau lebih jelasnya Line Tracer. Sensor Fotodiode digunakan untuk menerima input perbedaan warna dari objek garis yang dipantulkan oleh pancaran lampu LED, sehingga Line Tracer dapat melaju dengan tepat melewati garis. Berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor. Fototransistor sejenis dengan transistor pada umummya. Perbedaannya terletak pada, fototransistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk memfokuskan sinar jatuh pada pertemuan ”pn”. Gambar Fototransistor 2. Sensor Tekanan Sensor Tekanan Sensor tekanan sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar transduser yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya. Contoh produk yang menggunakan sensor Tekanan, seperti Alat untuk mendeteksi tekanan darah orang dewasa secara otomatis. Alat tersebut dilakukan dengan manset yang dipasang di lengan pasien, kemudian dipompa sampai pada tekanan tertentu yang selanjutnya baru dilakukan pengukuran tekanan darah. Gambar Sensor Tekanan 3. Sensor Proximity Gambar Sensor Proximity Sensor Proximity Proximity sensor atau yang disebut “ sensor jarak” adalah sebuah sensor yang mampu mendeteksi keberadaan benda yang berada didekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar. Contoh pemanfaatan dari sensor Proximity yaitu pada Smartphone yang pada proses pengaplikasiannya menggunakan teknik Air Gesture. Dimana penggunanya dapat melakukan manajemen akses ke smartphone tanpa melakukan kontak fisik ke layar smartphone. 4. Sensor Ultrasonik Gambar Sensor Ultrasonik Sensor Ultrasonik Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah objek padat, cair, butiran maupun tekstil. Banyak produk-produk yang pada pemrosesannya menggunakan sensor Ultrasonik. Misalnya pada Robot KRCI kontes robot cerdas indonesia tergolong semua kontestan menggunakan sensor Ultrasonik. Sehingga robot dapat melalui rintangan dengan tidak menyentuh objek-objek yang berada disekitarnya. 5. Sensor Kecepatan RPM Gambar Sensor Kecepatan Sensor Kecepatan RPM Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis induksi yang timbul saat medan magnetis terjadi. Contohnya pada alat pengukur kecepatan speedometer. Alat tersebut mengukur kecepatan laju motor dalam kilometer perjam. 6. Sensor Magnet Gambar Sensor Magnet Sensor Magnet Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi on/off yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap. Implementasi dari alat ini seperti, Pengukuran medan magnet berbasis komputer terdiri dari sensor medan magnet UGN3503, Op-Amp LM358 dan ADC 0804. Prinsip kerja alat adalah mendekatkan magnet pada sensor. Keluaran sensor berupa tegangan akan dikuatkan oleh op-amp agar dapat diproses oleh ADC. Selanjutnya tegangan dikonversi oleh ADC menjadi data digital, kemudian diolah oleh komputer dengan program visual basic dan hasilnya ditampilkan pada PC. 7. Sensor Penyandi Encoder Gambar Sensor Penyandi Encoder Sensor Penyandi Sensor Penyandi Encoder digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu; Pertama, Penyandi rotari tambahan yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. Kedua, Penyandi absolut yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu. Contoh pengimplementasiannya yaitu sensor ini dapat dibuat menjadi suatu sistem yang dapat menghitung kekuatan gempa bumi dengan menggunakan sensor incremental rotary encoder dan diolah oleh mikrokontroler. 8. Sensor Suhu Gambar Sensor Suhu Sensor Suhu Seperti namanya, sensor ini tentunya digunakan untuk mendeteksi suhu. Terdapat 4 jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple T/C resistance temperature detector RTD, termistor dan IC sensor. Thermocouple pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding. Resistance Temperature Detector RTD memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear. Biasanya sensor ini banyak dipasang pada alat detektor asap yang digunakan untuk melacak adanya kebakaran. 9. Flow Meter Sensor Gambar Sensor Flow Meter Sensor Flow Meter Flow Meter merupakan Sensor yang digunakan untuk mengetahui flow dari suatu material baik solid maupun liquid. Di Dunia Industri terdapat macam-macam jenis dari Sensor Flow ini. Untuk Yang Liquid biasanya menggunakan jenis Turbin, Elektromagnetic, VenturiMeter dan lain-lain. Sedangkan untuk Solid material biasanya digunakan dari kombinasi beberapa peralatan instrument yang dijadikan Flow Meter, contohnya Weigh Feeder. Gambar Flame sensor Flame Sensor Flame sensor ini dapat mendeteksi nyala api dengan panjang gelombang 760 nm ~ 1100 nm. Dalam banyak pertandingan robot, pendeteksian nyala api menjadi salah satu aturan umum perlombaan yang tidak pernah ketinggalan. Oleh sebab itu sensor ini sangat berguna, yang dapat Anda jadikan 'mata' bagi robot untuk dapat mendeteksi sumber nyala api, atau mencari bola. Cocok digunakan pada robot fire-fighting dan soccer robot. Sensor nyala api ini mempunyai sudut pembacaan 60 derajat, dan beroperasi pada suhu 25 -85 derajat Celcius. Dan tentu saja untuk Anda perhatikan, bahwa jarak pembacaan antara sensor dan objek yang dideteksi tidak boleh terlalu dekat, untuk menghindari kerusakan sensor. Sekian pembahasan mengenai sensor, semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi kawan-kawan sekalian...
1 Pengertian sensor Sensor adalah jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor cahaya, sensor suhu, dan sensor tekanan. 2 Sensor Cahaya a Fotovoltaic atau sel solarAdalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik. Sel solar silikon yang modern pada dasarnya adalah sambungan PN dengan lapisan P yang transparan. Jika ada cahaya pada lapisan transparan P akan menyebabkan gerakan elektron antara bagian P dan N, jadi menghasilkan tegangan DC yang kecil sekitar 0,5 volt per sel pada sinar matahari penuh. Sel fotovoltaic adalah jenis tranduser sinar/cahaya seperti pada gambar 1. Gambar 1. Cahaya pada sel fotovoltaik menghasilkan tegangan b Fotokonduktif a b Gambar 2.a Sel Fotokonduktif ; b Cahaya pada sel fotokonduktif mengubah harga resistansi Energi yang jatuh pada sel fotokonduktif akan menyebabkan perubahan tahanan sel. Apabila permukaan alat ini gelap maka tahanan alat menjadi tinggi. Ketika menyala dengan terang tahanan turun pada tingkat harga yang rendah. Seperti terlihat pada gambar 2. 3 Sensor Suhu Ada 4 jenis utama sensor suhu yang biasa digunakan a Thermocouple Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuranmdengan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai thermocouple. a b Gambar 3. aThermocouple ; b Simbol thermocouple b Detektor Suhu Tahanan Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan resistant temperature detector = RTD adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan dapat diulang lagi sehingga memungkinkan pengukuran suhu yang konsisten melalui pendeteksian tahanan. Bahan yang sering digunakan RTD adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. a b Gambar 4. a Detektor suhu tahanan b Simbol RTD c Thermistor Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan sebaliknya. Thermistor sangat peka perubahan tahanan sebesar 5 % per ³C oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu. a Gambar 5. a Thermistor d Sensor Suhu Rangkaian Terpadu IC Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan sensor. Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu dibawah 200 ³C, tetapi menghasilkan output yang sangat linear di atas rentang kerja. a Gambar 6. a Sensor suhu IC; 4 Sensor Tekanan Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang. Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok sehingga menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya, seperti terlihat pada gambar 7. Aplikasi umum-pengukuran tekanan balok a Jenis kawat b Jenis foil c Jembatan pengukur rangkaian Ukuran regangan Gambar 8. Penggunaan Sensor Tekan pada Pengukur Regangan Kawat Gambar 9. Contoh Penggunaan Sensor Tekanan c. Rangkuman 1 1. Sensor digunakan untuk mendeteksi dan sering mengukur adanya sesuatu 2. Sensor biasanya dikategorikan dengan apa yang diukur 3. Fotovoltaic atau sel solar adalah sensor cahaya mengubah energi cahaya langsung menjadi energi listrik 4. Pengukur regangan kawat bekerja pada prinsipnya bahwa tahanan penghantar berubah dengan panjang dan luas penampang 5. Thermocouple pada prinsipnya menggunakan perbedaan suhu antar sambungan penghantar menyebabkan terbangkitnya tegangan DC yang kecil Sumber Sensor dan tranduser bidang keahlian teknik elektronika
FOKUS ELEKTRONIKA – Kali ini saya akan membahas Pengertian Sensor dan Jenis-jenis Sensor. Di dunia ini, kita dapat menjumpai banyak sensor di sekitar kita. Di kehidupan sehari-hari, banyak sekali kegiatan otomatisasi yang dapat kita temukan dan tentunya semua alat tersebut pasti dilengkapi sebuah perangkat yang kita sebut sebagai Sensor ini. Contoh-contoh kegiatan otomatisasi ini seperti menghidupkan TV dengan Remote Control, Lampu yang dapat menyala saat hari menjadi gelap, CCTV yang dapat bergerak mengikuti pergerakan orang disekitarnya, Alat pemantuan cuaca, Alat pengukur suhu, Alat yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya kebakaran, mengambil Photo dengan Kamera dan masih banyak lagi. Penggunaan sensor di perangkat-perangkat elektronik ini telah diaplikasikan di hampir semua bidang di kehidupan kita sehari-hari mulai dari perangkat pribadi, layanan kesehatan, keamanan, industri, hiburan, transportasi, militer, alat rumah tangga hingga ke sektor pertanian. Dengan semakin besarnya penggunaan Sensor di dalam Teknologi masa kini, pengetahuan tentang sensor ini menjadi sangat penting dan wajib kita pahami apa sebenarnya yang dilakukan oleh sensor serta jenis-jenis sensor tersebut. Sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu, kecepatan dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya. Setelah mengamati terjadinya perubahan, Input yang terdeteksi tersebut akan dikonversi mejadi Output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui perangkat sensor itu sendiri ataupun ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Sensor pada dasarnya dapat digolong sebagai Transduser Input karena dapat mengubah energi fisik seperti cahaya, tekanan, gerakan, suhu atau energi fisik lainnya menjadi sinyal listrik ataupun resistansi yang kemudian dikonversikan lagi ke tegangan atau sinyal listrik. Daftar Isi Klasifikasi Jenis-jenis Pasif dan Sensor Analog dan Sensor DigitalJenis-jenis Sensor1. Akselerometer Accelerometer2. Sensor Cahaya Light Sensor3. Sensor Suara Sound Sensor4. Sensor Tekanan Pressure Sensor5. Sensor Suhu Temperature Sensor6. Sensor Ultrasonik Ultrasonic Sensor7. Sensor Giroskop Gyroscope sensor8. Sensor Efek Hall Hall Effect Sensor9. Sensor Kelembaban Humidity Sensor10. Sel Beban Load CellBerita Terkait Klasifikasi Jenis-jenis Sensor Sensor-sensor yang digunakan pada perangkat elektronik pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama yaitu Sensor Pasif dan Sensor Aktif Sensor Analog dan Sensor Digital Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai kedua klasifikasi sensor tersebut. Pasif dan Sensor Aktif Sensor Pasif Passive Sensor Sensor Pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal. Contohnya Termokopel Thermocouple yang menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterimanya. Sensor Aktif Active Sensor Sensor Aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber daya eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Sensor Aktif ini disebut juga dengan Sensor Pembangkit Otomatis Self Generating Sensors. Analog dan Sensor Digital Berikut ini adalah jenis-jenis sensor berdasarkan sifat Analog atau Digitalnya. Sensor Analog Sensor Analog adalah sensor yang menghasilkan sinyal output yang kontinu atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran. Berbagai parameter Analog ini diantaranya adalah suhu, tegangan, tekanan, pergerakan dan lain-lainnya. Contoh Sensor Analog ini diantaranya adalah akselerometer accelerometer, sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan sensor suhu. Sensor Digital Sensor Digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan dalam “bit”. Sebuah sensor digital biasanya terdiri dari sensor, kabel dan pemancar. Sinyal yang diukur akan diwakili dalam format digital. Output digital dapat dalam bentuk Logika 1 atau logika 0 ON atau OFF. Sinyal fisik yang diterimanya akan dikonversi menjadi sinyal digital di dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal. Kabel digunakan untuk transmisi jarak jauh. Contoh Sensor Digital ini diantaranya adalah akselerometer digital digital accelerometer, sensor kecepatan digital, sensor tekanan digital, sensor cahaya digital dan sensor suhu digital. Berikut ini adalah jenis-jenis Sensor berdasarkan penggunaannya. 1. Akselerometer Accelerometer Sensor Akselerometer adalah sensor yang mendeteksi perubahan posisi, kecepatan, orientasi, goncangan, getaran, dan kemiringan dengan gerakan indra. Akselerometer analog ini dapat digolongkan lagi menjadi beberapa yang berbeda berdasarkan variasi konfigurasi dan sensitivitas. Berdasarkan pada sinyal keluaran, Akselerometer analog menghasilkan tegangan variabel konstan berdasarkan jumlah percepatan yang diterapkan pada Akselerometer. Selain Akselerometer Analog, Akselerometer ini juga digital. 2. Sensor Cahaya Light Sensor Sensor Cahaya atau Light Sensor adalah Sensor analog yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya yang mengenai Sensor tersebut. Sensor cahaya analog ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti foto-resistor, Cadmium Sulfide CdS, dan fotosel. Light dependent resistor atau LDR dapat digunakan sebagai sensor cahaya analog yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan beban secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya. Resistansi LDR akan meningkat apabila intensitas cahaya menurun. Sebaliknya, Resistansi LDT akan menurun apabil intensitas cahaya yang diterimanya bertambah. 3. Sensor Suara Sound Sensor Sensor Suara adalah Sensor analog yang digunakan untuk merasakan tingkat suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara. Proses ini memerlukan beberapa sirkuit, dan menggunakan mikrokontroler bersama dengan Mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog. 4. Sensor Tekanan Pressure Sensor Sensor Tekanan atau Pressure Sensor adalah Sensor yang digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang diterapkan pada sebuah sensor. Sensor tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang diberikan. Sensor piezoelektrik adalah salah satu jenis sensor tekanan yang dapat menghasilkan sinyal tegangan keluaran yang sebanding dengan tekanan yang diterapkan padanya. 5. Sensor Suhu Temperature Sensor Sensor Suhu atau Temperature Sensor adalah Sensor tersedia secara luas baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. Ada berbagai jenis sensor suhu yang digunakan untuk aplikasi yang satu Sensor Suhu adalah Termistor, yaitu resistor peka termal yang digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu. Apabila Suhu meningkat, resistansi listrik dari termistor akan meningkat juga. Sebaliknya, jika suhu menurun, maka resistansi juga akan menurun. 6. Sensor Ultrasonik Ultrasonic Sensor Sensor Ultrasonik adalah jenis sensor non-kontak yang dapat digunakan untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor Ultrasonik bekerja berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada rentang suara manusia. Dengan menggunakan gelombang suara, Sensor Ultrasonik dapat mengukur jarak suatu objek mirip dengan SONAR. Sifat Doppler dari gelombang suara dapat digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek. 7. Sensor Giroskop Gyroscope sensor Sensor Giroskop adalah sensor yang digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan utama antara Sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan rotasi di mana akselerometer tidak bisa. 8. Sensor Efek Hall Hall Effect Sensor Sensor Efek Hall atau Hall Effect Sensor adalah sensor yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan rangkaian elektronik selanjutnya. Sensor Efek Hall ini sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi kedekatan proximity, mendeteksi posisi positioning, mendeteksi kecepatan speed, mendeteksi pergerakan arah directional dan mendeteksi arus listrik current sensing. 9. Sensor Kelembaban Humidity Sensor Sensor Kelembaban atau Humidity Sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembaban suatu lokasi. Pengukuran Tingkat Kelembaban ini sangat penting untuk pengamatan lingkungan di suatu wilayah, diagnosa medis ataupun di penyimpanan produk-produk yang sensitif. 10. Sel Beban Load Cell Sel Beban atau Load Cell adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari Load Cell ini adalah gaya atau tekanan sedangkan outputnya adalah nilai tegangan listrik. Ada beberapa jenis Load Cell, diantaranya adalah Beam Load Cell, Single Point Load Cell dan Compression Load Cell. Demikianlah Pengertian Sensor dan Jenis-jenis Sensor, semoga bermanfaat.
Sensor – Di dunia ini kita dapat banyak sekali menemukan perangkat dengan menggunakan sensor, banyak sekali kegiatan otomatis yang dapat kita temui. Dan tentunya semua alat tersebut pasti sudah dilengkapi dengan sebuah perangkat yang sering disebut dengan nama sensor. Contoh-contoh alat-alat atau sebuah kegiatan otomatisasi ini seperti menghidupkan TV, menyalakan AC, yang dengan keduanya dikendalikan dengan remote control. Lampu yang dapat menyala saat hari menjadi gelap, CCTV yang dapat bergerak mengikuti pergerakan seseorang di sekitar nya, dan juga alat pembaca cuaca, alat pengukur suhu. Alat yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya kebakaran, mengambil photo dengan sebuah kamera misalnya dan banyak lagi aktivitas dan kegiatan kita yang didukung oleh perangkat sensor ini. sumber Dalam penjelasannya sensor adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi sebuah perubahan besaran fisik seperti tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu. Kecepatan dan juga fenomena-fenomena lingkungan sekitar kita, setelah mengamati terjadinya sebuah perubahan. Input yang terdeteksi tersebut nantinya akan di dikonversi menjadi sebuah output yang dapat dimengerti oleh manusia baik melalui sebuah perangkat sensor itu sendiri maupun dengan cara Ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan untuk nantinya ditampilkan atau diolah menjadi sebuah informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Pada dasarnya sensor dapat digolongkan sebagai Transduser input, dikarenakan dapat mengubah sebuah energi fisik seperti cahaya, tekanan, gerakan. Energi fisik atau juga suhu lainnya menjadi sebuah sinyal listrik ataupun resistansi yang kemudian dikonversikan lagi ke tegangan atau sinyal listrik . Sejarah Sensor sumber Sejarah manusia telah bereksperimen dengan sensor dari berbagai jenis setidaknya mulai dari abad ketiga sebelum masehi. Yang kala itu seorang bernama Philo yang berkebangsaan Istanbul membangun sebuah perangkat yang nantinya mampu menunjukkan seberapa banyak udara yang mengembang akibat perubahan suhu. Dan tepatnya pada abad ke 17, astronom berkebangsaan Italia dan fisikawan bernama Galileo Galilei tengah membangun versi pertama dari termometer. Selang beberapa dekade kemudian, pada tahun 1784,seorang insinyur Inggris bernama George Atwood telah merancang sebuah accelerometer pertama yang di mana. Alat untuk menunjukan kebenaran fisika Newtonian sampai ditemukan kembali pada akhir abad ke 20s sebagai gadget, sensor inframerah telah ada sejak tahun 1940 an. Meskipun pada kenyataannya hanya inframerah memasuki nomenklatur populer dalam beberapa tahun terakhir, kadang-kadang penemuan yang dibuat oleh para ilmuwan kreatif aktif selama puluhan tahu. Dan bahkan berabad-abad kembali untuk aplikasi yang diperlukan, misalnya, radiasi inframerah ditemukan pada tahun 1800 oleh seorang astronom William Herschel Jerman, tiga dekade kemudian. Tepatnya pada tahun 1831, fisikawan asal Italia yang bernama Macedonia Melloni, menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi Menerima sebuah radiasi inframerah dari subjek manusia sejauh sepuluh meter, dan tepatnya pada dimana tahun-tahun perang dunia ke II. Yang dimana disponsori oleh banyaknya negara ketika banyak hal yang ditemukan , prekursor chip dan sensor gerak identifikasi frekuensi radio RFID yang kala itu di kembangkan untuk kepentingan perang. Dan meningkatnya RFID IFF transponder identifikasi sekutu atau musuh dasar yang digunakan untuk mendeteksi sebuah suara khas dari mush dan teman pesawat. Klasifikasi Jenis-Jenis Sensor sumber Sensor-sensor yang digunakan pada sebuah perangkat elektronik pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama yaitu Sensor Pasif dan Sensor AktifSensor Analog dan Sensor Digital Berikut ini adalah penjelasan singkat seputar kedua klasifikasi sensor di atas. Sensor Pasif dan Sensor Aktif sumber Sensor Pasif Passive Sensor Sensor Pasif adalah sebuah jenis sensor yang dapat menghasilkan sebuah sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal, contohnya adalah seperti, Termokopel yang dimana menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterima. Sensor Aktif Active Sensor Sensor Aktif adalah sebuah sensor yang dimnaa membutuhkan sebuah sumber daya eksternal untuk pengoprasiannya, siat fisik dari Sensor Aktif ini bervariasi. Sehubung dengan efek eksternal yang diberikannya, Sensor Aktif ini disebut juga degan nama sensor pembangkit Otomatis Self Generating Sensors . Sensor Analog dan Sensor Digital sumber Sensor Analog Sensor analog adalah sebuah sensor yang menghasilkan sebuah sinyal output yang berkelanjutan, sinya keluaran berkelanjutkan yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran. Berbagai parameter Analog ini diantaranya adalah suhu, tegangan, tekanan, pergerakan, dan lain-lainnya, contoh dari Sensor Analog ini adalah sebuah Akselerometer, sensor kecepatan, sensor cahaya, sensor tekanan, dan juga sensor suhu. Sensor Digital Sensor Digital adalah sebuah sensor yang menghasilkan sebuah sinyal keluaran distrik, sinyal distrik akan berkelanjutan dengan waktu dan dapat dipresentasikan dalam ” bit “. Sebuah sensor digital biasanya terdiri dari sensor, kabel dan pemancar, sinyal yang dicukur akan diwakili dalam sebuah format digital. Output digital dapat dalam bentuk logika 1 atau juga logika 0 ON atau OFF , sinyal fisik yang akan diterimanya akan dikonversi menjadi sebuah sinyal digital Dan dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal, kabel digunakan untuk transmisi jarak jauh, sebagai contoh dari Sensor Digital ini diantaranya adalah Akselerometer Digital, sensor cahaya digital, sensor tekanan digital, sensor kecepatan digital dan juga sensor suhu digital. Jenis-Jenis Sensor sumber Penggunaan sensor di perangkat-perangkat elektronik biasanya telah banyak diaplikasikan di hampir di semua bidang di kehidupan kita sehari-hari. Untuk mengetahui lebih rinci mengenai jenis-jenis sensor, berikut adalah 10 macam-macam sensor dan jenisnya yang dapat di pahami Pengertian Sensor – Sensor Accelerometer sumber Sensor Accelerometer adalah sebuah sensor yang dapat mendeteksi sebuah perubahan posis, orientasi, kecepatan, getaran, goncangan, dan kemiringan dengan gerakan indra. Accelerometer analog ini bisa digolongkan lagi menjadi beberapa yang berbeda berdasarkan variasi konfigurasi dan sensitivitas, berdasarkan pada sinyal keluar. Accelerometer analog akan menghasilkan sebuah tegangan variabel konstan berdasarkan jumlah percepatan yang diterapkan pada Accelerometer. Pengertian Sensor – Light Sensor sumber Light Sensor adalah sebuah Sensor Analog yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya mengenai sensor tersebut, Light Sensor analog ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti. Foto resistor, cadmium sulfide CdS , dan juga fotosel, Light dependent resistor atau LDR dapat digunakan sebagai Light Sensor analog yang dapat digunakan untuk Menghidupkan dan mematikan beban secara otomatis berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya, Resistansi LDR akan meningkat apabila intensitas cahaya menuntun, dan sebaliknya, Resistansi LDR akan menurun apabila intensitas cahaya yang diterima bertambah. Pengertian Sensor – Sound Sensor sumber Sound Sensor adalah sebuah sensor analog yang digunakan untuk dapat merasakan tingkatan suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara, proses ini memerlukan beberapa sirkuit. Dan juga menggunakan mikrokontroler bersama dengan mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog. Pengertian Sensor – Temperature Sensor sumber Temperature Sensor atau juga dapat diartikan dengan sensor tekanan adalah sebuah sensor yang tersedia secara luas baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. Ada beberapa sensor suhu yang digunakan untuk aplikasi yang berbeda, salah satu sensor suhu adalah Thermistor, yaitu resistor peka termal yang digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu. Apabila suhu meningkat, resistensi listrik dari termistor akan meningkat juga, sebaliknya, kalau suhu menurun, maka resistensi nya juga akan ikut menurun. Pengertian Sensor – Sensor Ultrasonik sumber Sensor ultrasonik adalah jenis dari sensor non kontak, yang mana dapat digunakan untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada rentan sura manusia, dengan menggunakan gelombang suara. Sensor ultrasonik dapat mengukur jarak suatu objek memiliki kemiripan dengan SONAR , sifat dari Doppler pada gelombang suara dapat digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek. Pengertian Sensor – Sensor Gyroscope sumber Sensor gyroscope adalah sensor yang dimana digunakan untuk merasakn dan menemukan sebuah orientasi dengan bantuan dari gravitasi dari bumi. Yang dimana perbedaan utama antara sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan rotasi dimana akselerometer tidak bisa. Pengertian Sensor – Hall Effect Sensor sumber Hall Effect Sensor atau yang disebut dengan nama lain Sensor Efek Hall adalah sebuah sensor yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan rangkaian elektronik selanjutnya. Sensor efek hall ini sering digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi kedatangan Proximity , mendeteksi posisi Positioning . Mendeteksi kecepatan Speed , mendeteksi pergerakan arah Directional , dan juga dapat untuk mendeteksi arus listrik Current Sensing . Pengertian Sensor – Humidity Sensor sumber Humidity Sensor atau juga dapat disebut dengan Sensor Kelembaban, adalah sebuah sensor yang dimana digunakan untuk dapat mendeteksi tingkat kelembaban suatu lokasi. Pengukuran tingkat kelembaban ini sangat penting untuk pengamatan lingkungan di suatu wilayah, dan juga sangat berguna untuk memberikan diagnosa medis maupun di penyimpanan produk-produk yang sensitif. Pengertian Sensor – Load Cell Sensor sumber Load Cell atau yang dikenal dengan nama lain Sel Beban ini adalah sebuah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari Load Cell ini adalah gaya atau dengan tekanan, sedangkan outputnya adalah sebuah nilai tegangan listrik. Ada beberapa jenis Load Cell, diantaranya adalah, Single Point Load Cell, Compression Load Cell, dan juga Beam Load Cell.
nama lain dari alat sensor adalah